Ternyata yang berbahagia pada waktu itu hanya aku saja
Semua harapan dan impian yang kita tanam hanya kehampaan belaka
Andai kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan
Jika teringat, ingin rasanya membalasmu agar kamu juga turut menangis bersamaku
Aku sangat menyesali pertemuan kita, Tapi.. Entahlah..
Hancur, sedih, dan kecewa sekarang melebur menjadi satu
Kenangan itu selalu berhasil menyayat hati dan menguras semua air mataku
Mungkin ini ujian untukku.. Atau untukmu?
Teringat ketika kamu selalu membanggakan'nya kepada semua orang..
Iya, itu yang kamu sebut dengan "Persahabatan"
Topeng dan sandiwara ketika bertemu
Senyuman semu yang akan musnah tidak berbekas
Dan berisi ribuan perhatian omong kosong
Sebenarnya rindu memberikan maaf dan sabar untukmu..
Tapi ternyata aku hanya manusia biasa yg punya batas untuk memberikan itu semua untukmu..
Mungkin aku marah? Atau aku lelah untuk berteriak menyadarkanmu?
Atau mungkin ini garis takdir yang harus kita jalani?
Sekarang ada batas diantara kita,
Semoga bahagia yang sebenarnya selalu bersamamu
